Monday, 3 October 2011

Piek Ardijanto Soeprijadi , Tokoh Sastrawan dari Magetan.

Karya Piek Ardjanto Soeprijadi.
       Satu lagi seorang tokoh besar dari Magetan yang telah mengharumkan nama kabupaten ini. Beliau adalah Piek Ardijanto Soeprijadi (lahir di Magetan, Jawa Timur, 12 Agustus 1929 – meninggal di Kota Tegal, Jawa Tengah, 22 Mei 2001 pada umur 71 tahun) adalah sastrawan Indonesia angkatan 1966. Kebiasaannya menulis dimulai ketika duduk di bangku SGA. Sering mengikuti lomba-lomba mengarang, memenangi mekejuaraan, lalu mencoba mengirimkan karya-karyanya ke majalah. Tahun 1950, ketika menjadi guru SMP di Gombong, ia menghasilkan beberapa karya lagu berkat bimbingan guru musik di SGA, Pak Daldjono (pencipta lagu). Di antaranya termuat dalam buku Puspa Ragam, (Jakarta, 1950). Ada 14 penghargaan yang ia terima dari berbagai lomba/sayembara mengarang puisi, prosa, dan esei sastra sepanjang hayatnya.
        Kehidupan pribadi beliau ==> Karena sejak lulus SR dia masuk SGB, lalu dengan seleksi ketak memasuki SGA yang hidup dalam asrama, maka jadilah dia guru berkepribadian agak kuno, tertib, hati-hati, tegas tapi tidak galak. Perjalanan hidupnya lurus meski banyak keprihatinan. Hampir seluruh hidupnya diabdikan untuk sekolah, selebihnya menulis. Sering merasa kekurangan waktu untuk menulis. Sajak-sajaknya bayak lahir justru ketika mengikuti penataran, liburan sekolah, atau saat mengawasi ujian. Selama masa kerjanya, tak sehari pun ia pernah membolos, tapi kadang kalau sakit agak lama. Hal ini disebabkan oleh kondisi fisiknya yang lemah sejak lahir. Konon ketika dalam kandungan, ibunya hanya terbaring dan hanya dapat kemasukan tetes-tetesan air tajin selam 9 bulan. Anehnya, saat akan lahir, ibunya mendapat kekuatan, dan Piek lahir normal. Masa bocahnya di desa membuatnya dekat dengan alam dan banyak memuja kebesaran Tuhan.
        Kiprah Kesenian Beliau Antara tahun 1950—1960 ia mengikuti kurus PGSLP dan B1 di Semarang. Di sela kesibukannya belajar, lahirlah karya-karya puisi, cerpen, fragmen yang dimuati di berbagai media massa antara lain: Gelora, Basis Indonesia, Sastra, Horison, dan lain-lain.
        Tahun 1961, Piek pindah tugas ke SMA 1 Kota Tegal. Sejak itu ia tak pernah tinggal diam/santai. Ia makin produktif menulis puisi, esei sastra, dan mengisi rubrik kebudayaan di Harian Tempo setiap pekan untuk membicarakan/mengulas sajak-sajak penyair muda yang bermunculan di Nusantara. Tak heran jika akhirnya ia punya banyak teman-teman penyair di mana-mana yang mau menyambangi rumahnya. Puisi memang aneh, kecintaannya pada puisi dapat menjalin keakraban mendalam antarpenyair yang saling tertaut jiwanya. Sampai berpuluh tahun lamanya, hubungan batin dengan Adri Darmadji Woko, Hendrawan Nadesul, Kurniawan Gunadi, Oey Sien Tjwan tetap terjaga. Oleh Piek mereka sudah dianggap seperti anaknya, meski bukan berarti mereka berguru pada Piek.
        Piek bersyukur karena pernah melawat ke Belanda selama beberapa hari atas undangan Radio Nederland Wereldomrroep di Hilversum dengan tugas sebagai Juri Sayembara Menulis Cerpen “Kincir Emas”. Di situ ia bersama Asbari Nurpatria Krisna. Oleh-olehnya adalah beberapa kumpulan puisi yang belum pernah diterbitkan. Dari kiprah dan kegiatannya, oleh HB Jassin memasukkan nama Piek Ardijanto Soeprijadi ke dalam Sastrawan Angkatan 66.
        Beberapa karya beliau adalah Burung-burung di Ladang (1983), Percakapan Cucu dengan Neneknya (1983), Desaku Sayang (1983), Lelaki di Pinggang Bukit (1984), Lagu Bening dari Rawa Pening (1984), Nelayan dan Laut (1995), Biarkan Angin Itu (1996), Kawindra-kawindra (bersama Rita Oetoro, 1984), Laut Sebagai Gelanggang Hidup Manusia (bacaan anak-anak, 1984), Apresiasi Sastra dalam Nilai-nilai Luhur Budaya Bangsa (sebuah wawasan, 1984), Menyambut Hari Sumpah Pemuda (Langen Suara, 1984), Gaya Baru, buku pelajaran untuk SMP (1984).
        Semoga ini menginspirasi kawan-kawan asal magetan kawan, dan didaerah manapun. Semua orang bisa jadi besar asal bukan kebesaran diri sendiri tujuannya, tetapi kebesaran secara keseluruhan. Semoga bermanfaat kawan, salam visit magetan…. ^_^

0 komentar:

Post a Comment

Copyright © 2014 CM Travel