Saturday, 30 July 2011

Dahlan Iskan, Pemilik Jawa Pos grup dan dirut PLN.

       Dahlan Iskan, Untuk mengawali postingan bulan ini, kita akan membahas seorang tokoh dari kabupaten magetan kawan. Seorang pemilik Jawa Pos Grup, yang sekarang menjadi Dirut PLN, dan mempunyai background luar biasa sebagai seorang nasionalis. Beliaulah Dahlan Iskan, seorang putra daerah magetan yang cukup menjadi inspirator dan membuat pemuda kabupaten ini memeliki mimpi yang lebih besar. Saya belum memahami sendiri sebelumnya tentang tokoh yang satu ini, baru ketika membaca sebuah profil di detik.com tentang DI. Beliau kelahiran asli magetan, putra asli magetan kawan.
        Setelah saya update di status FB saya, banyak komentar terutama dari teman-teman sesame Magetan. Ternyata beliau asli giripurno sebuah desa di kecamatan Kawedanan, Magetan, tetangga kecaman dari kecamatan saya. Dan beliau juga pernah mondok kawan, jadi santri di PSM (pesantren sabilil muntaqin), sebuah pesantren yang jaraknya kurang lebih 500m dari rumah saya. Sebuah kombinasi pendidikan asli Magetan, kalau berpikir dengan lebih optimis lagi, bahwa semua yang kita lakukan akan menuai hasil kelak. Lihatlah DI, beliau mampu menjadi suri tauladan, semua orang mampu menjadi orang besar, dari manapun asalnya.
        Pria kelahiran 17 Agsutus 1951 ini menjadi direktur PLN mulai 23 Desember 2009, dan sekarang hasilnya sudah mulai terlihat. Demikian pula sedikit profil beliau mulai dari Karier Dahlan Iskan dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda (Kalimantan Timur) pada tahun 1975. Tahun 1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang.
        Ketika di Jawa Pos, Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar. Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia yang memiliki 134 surat kabar, tabloid, dan majalah[2], serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta. Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru.
        Sejak awal 2009, Dahlan adalah sebagai Komisaris PT. Fangbian Iskan Corporindo (FIC)yang akan memulai pembangunan Sambungan Komunikasi Kabel Laut (SKKL) pertengahan tahun ini. SKKL ini akan menghubungkan Surabaya di Indonesia dan Hong Kong. Dengan panjang serat optik 4.300 kilometer.
Sejak akhir 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar yang dikritik karena selama kepemimpinannya banyak terjadi mati lampu di daerah Jakarta. [3][1] Selain sebagai pemimpin Grup Jawa Pos, Dahlan juga merupakan presiden direktur dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya.[1]
Dahlan Iskan pernah menulis buku berjudul Ganti Hati pada tahun 2008. Buku ini berisi tentang penglaman Dahlan Iskan dalam melakukan operasi cangkok hati di China.
        Dahlan Iskan (lahir tanggal 17 Agustus 1951 di Magetan, Jawa Timur), adalah CEO surat kabar Jawa Pos dan Jawa Pos News Network, yang bermarkas di Surabaya. Ia juga adalah Direktur Utama PLN sejak 23 Desember 2009.
Karir Dahlan Iskan dimulai sebagai calon reporter sebuah surat kabar kecil di Samarinda (Kalimantan Timur) pada tahun 1975. Tahun 1976, ia menjadi wartawan majalah Tempo. Sejak tahun 1982, Dahlan Iskan memimpin surat kabar Jawa Pos hingga sekarang.
        Dahlan Iskan adalah sosok yang menjadikan Jawa Pos yang waktu itu hampir mati dengan oplah 6.000 ekslempar, dalam waktu 5 tahun menjadi surat kabar dengan oplah 300.000 eksemplar.
Lima tahun kemudian terbentuk Jawa Pos News Network (JPNN), salah satu jaringan surat kabar terbesar di Indonesia, dimana memiliki lebih dari 80 surat kabar, tabloid, dan majalah, serta 40 jaringan percetakan di Indonesia. Pada tahun 1997 ia berhasil mendirikan Graha Pena, salah satu gedung pencakar langit di Surabaya, dan kemudian gedung serupa di Jakarta.
        Pada tahun 2002, ia mendirikan stasiun televisi lokal JTV di Surabaya, yang kemudian diikuti Batam TV di Batam dan Riau TV di Pekanbaru.
Sejak akhir 2009, Dahlan diangkat menjadi direktur utama PLN menggantikan Fahmi Mochtar yang dikritik karena selama kepemimpinannya banyak terjadi mati lampu di daerah Jakarta. Selain sebagai pemimpin Grup Jawa Pos, Dahlan juga merupakan presiden direktur dari dua perusahaan pembangkit listrik swasta: PT Cahaya Fajar Kaltim di Kalimantan Timur dan PT Prima Electric Power di Surabaya.
        Demikianlah singkat cerita tentang Dahlan iskan, semoga menginspirasi orang magetan dan orang-orang lain yang bisa mengambil hikmah dari cerita ini. Salam Visit to Magetan… ^_^

3 comments:

  1. Menteri yang religius dan pekerja keras...

    ReplyDelete
  2. maaf ya setahu saya Pak. Dahlan Oskan bukan berasal dari desa Giripurno, karena saya sendiri berasal daro giripurmo...

    ReplyDelete
    Replies
    1. La sing leres saking pundi pak dahlan iskan niku?

      Delete

Copyright © 2014 CM Travel