Tuesday, 28 March 2017

Lezatnya Ayam Panggang Gandu Magetan, sudah coba?

CM Travel, Magetan memiliki salah satu sentra kuliner yang terkenal, yaitu Sentra Ayam Panggang Gandu, Kec. Karangrejo, Magetan. Gurihnya ayam kampung bisa dinikmati di rumah pedesaan yang sejuk dan hening. Dan beberapa rumahnya juga dekat dekat bambu, sehingga suasana menjadi begitu syahdu.
Sentra ayam panggang gandu berlokasi di jalan raya Madiun- Solo, tepatnya jalan raya Maospati-Ngawi. Sebuah papan petunjuk arah yang dipasang tepat di pertigaan Karangrejo menjadi penanda bagi para pengunjung. Jika masih ragu dengan petunjuk yang Anda lihat, silakan bertanya kepada masyarakat sekitar. Mereka akan mengarahkan Anda pada sebuah gang kecil dengan jalan setapak. Di gang itulah berdiri warung lesehan ayam panggang.


Sedikitnya ada 10 rumah penyedia menu ayam panggang, antara lain, milik Bu Setu, Bu Suryani, Bu Sarmi, Bu Sri, dan Mbah Mimin. Para ibu ini bekerja berdampingan karena memegang fisolofi rezeki sudah ada yang mengatur.
Tidak kurang dari 150 ekor ayam kampung dipotong pada hari itu. Saat ramai pengunjung, warung Bu Setu bisa menghabiskan 350 ekor ayam per hari. Saat Hari Raya Idul Fitri, lebih dahsyat lagi. Dalam sehari, jumlah ayam yang dipotong bisa menembus 750 hingga 800 ekor. Untuk menggerakkan warungnya, Bu Setu dibantu 25 karyawan,
”Kalau nuruti pembeli, berapa pun pasti habis. Tamu-tamu datang dari mana-mana dan kebanyakan luar kota, seperti Jakarta, Surabaya, Bandung, Yogyakarta, Solo, pokoknya dari jauh-jauh,” ujar Setu.

Racikan sendiri
Ayam panggang gandu populer disajikan dengan varian rasa pedas dan gurih. Ada perbedaan mencolok antara ayam panggang pedas dan ayam panggang gurih dalam hal rasa maupun penampilan. Ayam panggang pedas berbalut bumbu warna merah atau lazim disebut bumbu rujak. Bumbu ini diracik dari bahan, antara lain, bawang merah, bawang putih, cabai, tomat, dan kemiri. Tidak lupa ditambahkan kacang tanah yang digoreng dan dihaluskan. Sedangkan ayam panggang gurih mengandalkan kombinasi bawang putih, garam, dan sedikit kunyit.
Kesegaran bahan sangat memengaruhi kelezatan rasa masakan. Setu kerap terjun langsung ke pasar serta sangat cerewet dalam urusan memilih ayam dan bumbu. Ayam harus ayam kampung asli dan dipilih ayam muda supaya dagingnya tidak keras. Ayam yang dipotong juga harus sehat, tidak boleh sakit. Untuk memanggang, digunakan tungku berbahan tanah liat. Api tungku hanya dihasilkan dari proses pembakaran kayu. Nyala api harus stabil untuk menghasilkan kematangan yang merata pada daging ayam.
”Untuk mendapatkan ayam panggang yang kesat dan lezat, tidak cukup dipanggang sekali. Paling sedikit harus lima kali supaya air di dalam dagingnya benar-benar kesat (kering). Panggangan yang terakhir baru diberi bumbu,” katanya.
Pelas dan bothok
Ayam panggang gandu sangat lezat disantap dengan sambal korek atau sambal bawang putih dan sambal goreng terasi. Sebagai pelengkapnya, disajikan kudapan aneka sayur segar, seperti kubis, timun, tomat iris, daun selada, dan kemangi. Disediakan pula urap-urap dan trancam berbahan irisan halus kubis, tauge, dan petai cina.
Menu spesial penyerta ayam panggang gandu adalah pelas dan bothok tempe. Pelas hampir mirip dengan bothok. Perbedaan terdapat pada bahan yang digunakan, yakni kedelai hitam. Kedelai ini direbus hingga matang dan dimasak menggunakan parutan kelapa muda dengan sedikit kuah santan encer. Ada sedikit kencur dalam bumbu pelas yang menghasilkan kesegaran rasa. Juga bisa melihat ke dapur pembuatan, sekalian selfie sedang memanggang ayam juga bisa.


Dua porsi utuh ayam panggang rasa gurih dan pedas, lengkap dengan menu penyertanya, ditambah sebakul nasi, serta dua gelas es jeruk, dipasang harga ”fluktuatif” alias fleksibel. Artinya harga akan turun jika harga ayam kampung juga turun. Sebaliknya, harga akan menyesuaikan apabila harga ayam kampung naik. Harga boleh turun naik, tetapi ayam panggang gandu tetap gurih nikmat dan lezat.
Semoga bermanfaat, sumber kompas, google, instagram, salam wisata dari CM Agro...

Saturday, 10 December 2016

Mojosemi Forest Park, Wahana wisata Alam baru di Magetan

Mojosemi Forest Park Merupakan Wahana Wisata Baru di Magetan tepatnya berada disebelah barat Telaga Sarangan



Keindahan panorama alam hutan Mojosemi Forest Park yang masih terjaga menjadikan inspirasi bagi kami untuk tetap menjaga dan melestarikannya.
Banyak jenis vegetasi tumbuh, selain Pinus (Pinus sp), Juga ada Puspa (Schima Wallichii), Jamuju (Podocarpus Imbricatus), Ekaliptus (Eucalypthus sp) dan tegakan yang lain.
Mojosemi Forest Park menawarkan sebuah pengalaman yang menyenangkan dan mengesankan dengan adanya Glamour Camping, Camping Ground, Air Terjun Tirto Mojo, OutBound, Flying Fox, Skywalk, ATV, High Rope Adventure, Ekaliptus Resto & cafe, Airsoftgun Zone, Archery Zone, dan masih banyak lagi yang lain.
Mojosemi Forest Park dapat menampung lebih dari 1000 orang, dengan adanya beberapa tempat fasiltas umum lainnya, Parkir yang luas, Toilet, Mushola, Aula atau tempat pertemuan dan juga Pusat Oleh – Oleh Khas Magetan.
Akses menuju Mojosemi Forest Park sangat mudah dijangkau dengan berbagai fasilitas transportasi umum maupun pribadi, di Jalan Tembus Sarangan yaitu terletak diantara Cemoro Sewu dan Telaga Sarangan Magetan.
Jadi Jangan sia –siakan waktu anda berada di Magetan dengan berkunjung di Mojosemi Forest Park.
Kami sangat menanti kehadiran anda menikmati keindahan Alam Mojosemi Forest Park

Fasilitas yang tersedia :

  • Parkir yang luas
  • Tempat Ibadah yang memadahi
  • Rest Area
  • Toilet

Tuesday, 6 January 2015

Air Terjun Tirtosari, Sarangan Magetan.

Gambar 1.0 Air Terjun Tirtosari, Magetan.
Kunjungi Magetan, Air Terjun Tirtosari berada se area dengan wisata telaga Sarangan di kabupaten Magetan. Air Terjun Tirtosari terletak kurang lebih 2,5 Km sebelah barat daya dari Telaga Sarangan. Untuk sampai ke air terjun yang indah ini dapat ditempuh dengan naik kuda atau jalan kaki. Air terjun merupakan salah satu andalan pariwisata di kabupaten Magetan. Sampai saat ini sudah lebih dari lima air terjun yang sudah dibuka menjadi tempat wisata (dikelola oleh kementerian pariwisata Magetan). Pada lokasi Air Terjun Tirtosari ini dapat dinikmati keindahan alam, air yang mengalir dari ketinggian kurang lebih 50 M turun ke bawah melalui celah yang diapit oleh batu-batu terjal sehingga memberikan pemandangan yang indah dan daya tarik tersendiri. Menurut kepercayaan masyarakat bila menikmati Air Terjun Tirtosari kita dapat cantik dan awet muda.
Gambar 1.1 Aliran air di Air terjun Tirtosari Magetan

Tentu akan membuat kita awet muda, kenapa? Karena tak akan pernah berhenti tersenyum ketika melihat indahnya air terjun ini. Apalagi ketika melakukan perjalanan menuju air terjun, dihiasi dengan bendungan-bendungan kecil, jalan dari tatanan batu, serta air mengalir disamping jalan. Membuat suasana asri sangat mengena dan terasa, terlebih jika menikmati pancuran minum dari bambu yang terdapat di setengah perjalanan menuju air terjun.
        Kelebihan lain adalah suhu dan efek relaksasi yang diberikan, udara yang nyaman (dingin pas) serta suara gemricik air jauh dari keramaian membuat semakin betah disini. Adapula penjual sate kelinci di daerah ini, karena merupakan ikon sate kelinci untuk wisata di magetan. Biaya masukpun sangatlah murah, cukup 5 ribu rupiah kita sudah bisa masuk ke wisata air terjun tirtosari ini. Jadi, sangat mubadzir jika sudah sampai telaga Sarangan tidak sekalian mampir ke Air Terjun Tirtosari ini. Kunjungan anda kami tunggu, salam Visit to Magetan,
Kunjungi Magetan, CM Travel… ^_^

Monday, 5 January 2015

Kerajinan Kulit Khas Kota Magetan

Gambar 1.0 Berbagai Produk Olahan Kulit dari Magetan
Kunjungi Magetan, Selain terkenal dengan udaranya yang sejuk dan daerah pegunungan yang indah, Kota Magetan memang juga terkenal dengan kerajinan kulit khas kota Magetannya. Produk-produknya seperti sandal, sepatu, jaket, tas, sabuk dll sudah sangat terkenal kota-kota lainnya. Terdapat perkampungan kerajinan kulit tepatnya berlokasi di daerah selosari. Salah satu toko yang ada salah satunya adalah toko favorit. Yang juga menjual hasil-hasil kerajinan juga sebagai tempat pembuatannya. Berikut adalah beberapa macam hasil kerajinan dari toko favorit. Bagi anda yang tertarik dengan kerajinan kulit asli magetan ini silahkan datang di perkampungan kerajinan kulit selosari. Toko Favorit sudah sejak lama sebagai pengrajin kulit di perkampungan selosari. Hasil kerajinannya juga sudah di kirim di berbagai kota di Indonesia. Karena kualitas kulit aslinya sungguh sangat terjamin, dengan harya yang terjangkau, kemarin saja saya beli sandal ditokonya harganya kurang lebih 30ribu. Jika anda membeli ke pengrajin tentu harganya akan lebih murah.
        Selain bisa ditemui di sekitar kota maupun di pusat perajinnya, kerajinan kulit ini juga bisa ditemui di sentra oleh-oleh khas Kota Magetan di Jl. Sawo. daerah dekat dengan alon-alon dan jalan menuju ke wisata telaga Sarangan. jadi sungguh sangat menyesal jika anda berkunjung ke Magetan dan tidak mampir ke pusat oleh-oleh ini. Kulit di Magetan tidak hanya di gunakan untuk kerajinan seperti tersebut diatas, tetapi juga untuk pewayangan. Seperti yang di tekuni oleh pak no kulit (title kulitnya melekat karena usaha kulitnya yang berkembang pesat). Beliau adalah salah satu pengrajin kulit, sebagian besarnya digunakan untuk membuat wayang kulit yang menjadi salah satu tontonan menarik di kota Magetan ini.
        Kerajinan kulit ini adalah ikon kota magetan, jaadi kalau anda mampir ke Kota Magetan jangan sampai terlupa untuk membawa oleh-oleh kerajinan kulit karena harganya juga lebih murah dibanding dengan tempat lain.
Visit to Magetan, Kunjungi Magetan, CM Travel. ^_^

Sunday, 4 January 2015

Telaga Wahyu, selain Sarangan, masih ada Telaga Indah ini di Magetan

Gambar 1.0 Telaga Wahyu, Magetan
Kunjungi Magetan, selain telaga Sarangan, magetan juga memiliki sebuah telaga lagi yang tidak kalah indah, yaitu telaga Wurung. Telaga Wurung terletak kurang lebih 2 Km ke arah timur dari Telaga Sarangan, tepatnya berada di bawah telaga Sarangan. Telaga Wurung sengaja ditebari berbagai macam ikan untuk disediakan bagi mereka yang gemar memancing, sehingga tempat ini merupakan tempat pemancingan dan sering pula dimanfaatkan untuk perkemahan pramuka. Luas telaga wahyu kurang lebih 10 Ha dengan kedalam kurang lebih 16 meter. Juga tempat rekreasi keluarga disamping udaranya yang sejuk, pemandangan alam yang indah lingkungan dan panorama sangat menarik. Telaga ini merupakan wisata Alternatif selain telaga Sarangan, karena memiliki sudut pandang yang indah serta memiliki daya tarik karena merupakan tempat yang romantis.
        Telaga wurung ini memiliki sejarah yang cukup unik, walaupun banyak juga yang menyebutnya telaga wahyu. Alkisah, telaga wurung dibuat oleh jin-jin yang ingin membuat suatu karya. Di suatu malam, yang dikerjakan secara bersama-sama. Pada saat pembuatannya belum selesai ada ulama’ yang mengetahui pembuatan telaga itu, dan akhirnya mencegah terjadinya. Jin-jin itupun lari tunggah langgang, sehingga telaga yang seharusnya menjadi telaga besar dan megah itu belum selesai. Jadilah telaga ini diberi nama telaga wurung (dari kata urung) yang memiliki arti telaga yang belum jadi. Pertanyaan yang kadang saya pikir, kalau belum jadi saja sudah seindah ini, apalagi kalau sudah jadi?
        Telaga wurung juga menjadi daya taring tersendiri bagi penikmat makanan di rumah makan yang berada disekitar telaga ini. Karena ketika melihat telaga ini serta menyantap hidangan khas magetan merupakan sesuatu yang sangat membantu menyegarkan otak. Membuat inspirasi banyak keluar, serta dapat menilik keindahan magetan. 
Visit to Magetan, Kunjungi Magetan, CM Travel, ^_^

Saturday, 3 January 2015

Cemue, Hangat & Manisnya Makanan Penutup Khas Magetan

Cemue, makanan penutup khas Magetan
Kunjungi Magetan, Berkunjung ke Kabupaten Magetan pasti tidak lengkap jika belum mencoba kuliner khasnya. Salah satu wisata kuliner yang patut anda coba ketika berkunjung ke Magetan adalah “cemue”. Cemue adalah salah makanan khas Magetan, yang cocok dijadikan hidangan penutup, apalagi dengan suhu di Kabupaten ini yang relatif lebih dingin dari pada tempat lain.
       Cemue adalah makanan berkuah, yang disajikan dalam keadaan hangat. Terdiri dari santan yang direbus dengan sedikit garam, gula merah dan putih, daun pandan, kacang tanah & irisan bawang mewah yang digoreng, potongan roti tawar, terkadang juga diberi sedikit susu. Membuat cemue begitu menggoda selera, campuran rasa gurih, asin, manis dan lembut akan memanjakan lidah anda. Apalagi jika dinikmati malam hari, dengan pemandangan kelap-kelip lampu kota, dengan hawa dingin khas Magetan, mantab sekali.
       Cemue ini biasanya dijajakan oleh pedagang keliling, setiap sore-malam di Magetan. Harganyapun sangat murah, cukup Rp 3.000,- anda sudah mendapatkan cemue satu mangkuk yang sangat lezat dalam keadaan hangat. Jadi, kalau anda ke Magetan, anda harus mencoba cemue made in Magetan ini. Bikin ngiler kan? Jika anda berasal dari luar kota Magetan, ingin berkunjung/berwisata ke Magetan, dengan keluarga, orang yang dicintai, atau teman-teman traveler anda, anda bisa menghubungi kami. Kami siap mengantarkan anda, menjadi guide, mencarikan tempat penginapan, komplit transportasi, tempat makan dan destinasi istimewa lain. Hubungi kami di FB : Kunjungi Magetan | HP : 085235455717 (Tyas Haryadi). Kunjungi Magetan, Visit Magetan... ^_^
Copyright © 2014 CM Travel